Memang tidak bisa kita pungkiri, beberapa dari kita pasti bertanya tanya kenapa Line up setiap pertandingan berubah ubah, mulai dari melawan Saudi arabia hingga ke partai melawan China semalam.Dua pertandingan yang memiliki ekspektasi Tiga poin hilang sudah, akan tetapi yang menjadi sorotan akhirnya tertuju kepada pemilihan pemain.
Menguasai jalannya permainan dengan penguasaan bola hingga Tujuh puluh Enam persen, dan mengurung pertahanan China selama 45 Menit babak kedua, terlihat memang begitu mengganti beberapa pemain,permainan jadi lebih cair dan serangan lebih memberikan ancaman.Di sisi lain rapatnya barisan pertahanan China membuat Indonesia kesusahan menembus area kotak pinalti mereka.
Beberapa catatan tidak performnya nama nama seperti Asnawi Mangkualam, Witan Sulaiman, dan Shayne Pattynama menjadi pekerjaan rumah untuk Shin Tae yong, penyegaran Skuad dengan memanggil nama nama yang lebih segar untuk menambah daya saing sehingga skuad bisa lebih kompetitif.
Secara strategi Indonesia memang sudah benar, dan berhasil mengurung China di kandang mereka sendiri, bahkan unggul Dua gol juga tidak membuat China tenang selama 90 Menit permainan.
Kondisi internal tim yang memang lebih di ketahui oleh Shin tae Yong, dengan berpikiran positif memang ada baiknya menurunkan beberapa pemain seperti Witan dan Asnawi yang sebelum datangnya pemain Diaspora mereka memang langganan Starting Line-up, akan tetapi dengan masuknya para pemain Naturalisasi ini makin memberikan jarak skill yang jauh dalam hal segi dasar permainan yang bisa mempengaruhi jalannya permainan.
Source : AFC Youtube
Dalam situasi ini, jika saja Asnawi bisa melaukan passing mendatar dengan benar, saya yakin eksekusinya akan berbeda, bahkan bisa memberikan kesempatan untuk Rafael Struick untuk memberikan bola Tap In atau pun melakukan balik badan, kesalahan minor seperti sebenarnya yang membuat strategi Shin Tae Yong tidak akan bisa berjalan di area depan gawang lawan.
Source : AFC Youtube
Kematangan bermain memang menjadi kunci pengambilan keputusan, bagaimana sebenarnya strategi memecah pertahanan yang low block begini adalah harus berani penetrasi untuk menarik second line ke dalam, dan melakukan Cut Back Pass.Opsi ini sebenarnya sudah di lakukan Shin Tae Yong, kita harus paham bahwa pemilihan Line Up ini dengan di posisikannya Asnawi dan Witan untuk mengeksploitasi area wide ini untuk di adu dengan kecepatan yang mereka miliki.
Source : AFC Youtube
Kunci dari permainan Shin Tae Yong ini adalah Counter Attack yang cepat, dalam point ini memang di masukkanya witan seharusnya sudah tepat, Witan yang selama ini kita kenal juga seharusnya bisa melakukan hal ini, Kecapatan dan Skill yang dimiliki seharusnya tidak susah untuk di eksekusi oleh dia.Akan tetapi dalam skema di atas, Witan sedikit ragu dengan menurunkan speed yang dia miliki, terbukti Momentum yang seharusnya bisa dia eksekusi jadi terbuang sia sia dan di manfaatkan oleh lawan untuk di tarik dan memilih terjatuh.
Source : AFC Youtube – Opsi Operan dan kesalahan passing witan.
Kebobolan dua gol ini juga harga yang mahal untuk seorang Shayne Pattynama, dua gol ini lahir dari ketidak siapan dia untuk mengantisipasi serangan lawan, bahkan seperti kurang determinasi dan awarenya kurang maksimal.Kita lewatkan saja gol pertama yang memang itu kesalahan fatal, untuk gol kedua bahkan lebih fatal lagi.
Source : AFC Youtube
Shayne adalah orang terdekat dari pemain china yang mencipatakn assist tersebut, seharusnya shayne melakukan gangguan sehingga pemain tersebut tidak bisa melepaskan operan dengan baik.
Kekalahan pada pertandingan tadi malam sebenarnya murni dari kesalahan indvidu pemain, penerapan dan pemilihan pemain itu adalah harapan pelatih untuk menjalankan Rencana yang dia inginkan, terbukti memang ketika pemain yang tidak optimal di ganti, permainan jadi lebih hidup dan serangan lebih membahayakan, duet lini tengah Tom Haye dan Ivar jenner memang belum ada obatnya.
Poin sendiri untuk Tom Haye,Calvin Verdonk, dan Ivar Jenner.Visi dan kapasitas seorang pemain tidak bisa di pungkiri hasil dari kompetisi di eropa, bagaimana mereka sadar dan paham untuk melakukan beberapa kali Operan ke sisi berlawanan langsung dan akurat.
Di tariknya Calvin Verdonk menjadi Inverted Wing Back juga mendapatkan hasil yang positif, dimana ketenangan dan skill dia tidak usah di ragukan lagi, mungkin pada pertandingan selanjutnya bisa lebih di optimalkan dengan di pakainya trio lini belakang Mees-Jay-Ridho/Kevin Diks.
Sungguh sayang memang, perjudian ini sangat mahal untuk kita lewatkan,memang tidak ada kesan meremehkan lawan, bahkan strateginya sudah pas untuk melawan tim dengan low block seperti China,pemainan kita sudah lebih cair dan lebih menguasai permainan, hanya saja beberapa eksekusi pada individual pemain tidak optimal.Semoga ada perbaikan dan introspeksi untuk para pemain dalam mendewasakan diri, karena menuju piala dunia tidak cukup hanya di isi dengan pemain pemain naturalisasi, harus ada peningkatan skill, pemahaman strategi, dan juga determinasi tinggi.