Ekspektasi dan harapan kita sebagai salah satu negara dengan pecinta sepak bola yang sangat fanatik, kali ini sedang di masa memiliki harapan penuh untuk mendukung negara kesayangan kita Indonesia menjadi salah satu kontestan di ajang Sepak Bola tertinggi selama empat tahun sekali, dimana sekarang Timnas memiliki kesempatan untuk berjuang mencapai titik itu.
Tidak mudah melihat pembagian group yang di isi Tiga tim langganan Piala Dunia seperti Jepang, Arab Saudi, dan Australia, Tiga tim ini juga merepotkan tim tim besar di Piala Dunia Edisi terakhir, yang paling menghebohkan tentu Tim nasional Jepang yang bisa keluar dari grup neraka.
Belajar dari cerita tersebut, seharusnya kita bisa belajar dari semangat yang di gaungkan oleh tim dengan julukan”Samurai Biru”, bukan tidak mungkin kita bisa melewati Putaran ketiga ini tanpa harus melewati Putaran ke empat.
Berbekal belum pernah terkalahkan setelah menghadapi berbagai cobaan yang ada, indonesia sendiri masih di urutan ke Lima dengan Tiga Point, terpaut Dua poin saja dengan Posisi Kedua Australia. Dan akan menghadapi China pada hari senin ini.
Masih banyak permasalahan yang harus di benahi, dimulai dari masuknya beberapa pemain baru yang tidak bisa langsung Tune-in terhadap skema yang di inginkan Pelatih Shin Tae Yong
Formasi 3-5-2 atau 5-3-2 menjadi pakem dasar startegi tim nasional kita, dengan gambaran solid di pertahanan yang di komando oleh Jay Idzes, akan tetapi kurang efektifnya serangan yang bisa di hasilkan, ya benar, strategi Timnas kali ini membutuhkan efesiensi tinggi, dengan harus bisa melesahkan gol cepat dan melakukan satu atau dua kali serangan yang berbuah gol, kurang matangnya nama nama seperti Marselino Ferdinand, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, dan Witan Sulaiman yang dalam Tiga Match terakhir tidak bisa memanfaatkan situasi yang baik, terakhir ketika ketemui Bahrain, timnas kita tidak bisa melakukan “Killing The Game” sehingga kita bisa “di kerjai” oleh wasitnya.
Sepertinya untuk lini belakang nama nama Jay Idzes-Kevin Diks-Marteen Hilgers/Rizki Ridho sudah bisa kita bilang menjadi poin penting atau puzzle yang sudah lengkap di miliki Pelatih, di tambah ada Celvin Verdong Atau Shayne Pattynama dan juga Sandy Walsh Ataupun Eliano Reijnders yang sangat baik dalam membantu serangan juga bertahan, tidak lupa juga kita punya Asnawi Mangkualam.
Opsi lini tengah juga sudah baik dengan pengalaman dan visi yang dimiliki Thom haye dan juga Ivar Jenner, tidak lupa juga bagaimana solidnya Justin Hubner ketika Timnas kita bermain lebih Rapat ke belakang, Nathan Tjoe A on yang juga solid akan tetapi memang mereka masih membutuhkan jam terbang.
Dengan pertandingan yang tersisa seharusnya Timnas bisa menyapu bersih Home-Away melawan China dan juga Tiga Poin melawan Bahrain dan bukan tidak mungkin menang melawan arab saudi di kandang dan menahan seri kembali Austarlia, untuk lawan jepang? Memang ini kasus sudah berbeda level permainan berat untuk seri minimal kita harus bisa meredam dengan kematangan Marteen Paes, dengan kunci dan semangat yang sama seperti Timnas Jepang melewati Grup neraka di piala dunia 2022 lalu, tidak ada yang tidak mungkin, melihat dari kondisi terakhir dan jadwal yang ada, peringkat dua atau pun tiga sepertinya bisa di raih dengan Disiplin dan semangat juang tinggi, yang pasti untuk melaju ke Pagelaran terbesar sepak bola pada tahun 2026 akan seperti Menaiki Roller Coaster bagi kita, dan harapan itu akan terasa sangat terasa asik dan puas ketika kereta itu berhenti.